Writing a love letter to myself

Hai, apa kabar? Semoga kamu dalam kondisi sehat dan selalu bersyukur ya. Lihatlah, banyak orang diluar sana yang menyesal karena tidak bersyukur dan melakukan hal-hal baik saat diberi nikmat sehat. Semoga saat ini kamu berada dalam kondisi semangat untuk mewujudkan semua ingin dan cita-citamu untuk menebar manfaat. Semoga saat ini kamu masih menjadi pribadi yang suka menyapa dan mengajak canda orang-orang disekitarmu. Tapi, jika saat ini kamu sedang lelah, tidak apa-apa. istirahatlah. Lakukan beberapa hal yang bisa membuat hatimu tenang. Berceritalah lewat sujud dan doamu jika kamu ingin menyampaikan keluh kesahmu pada sang pencipta. Aku berharap masa-masa ini tidak akan lama...

Tidak papa jika kamu sedang tidak baik-baik saja saat ini. Beberapa hal memang terkadang terasa lelah dilakukan. Beberapa urusan terasa lelah selalu dipikirkan. Kegiatan rutin sehari-hari terasa menjemukan dan membosankan. Coba tarik nafas sejenak dan pikirkan, apa alasanmu ketika memulai semua ini? Ini kah yang dulu kamu ingin dan cita-citakan? Inikah yang dulu sering kamu sebut dalam doa-doamu? Jika ya, coba ingat masa-masa itu, masa dimana kamu mengingkan semua ini, pekerjaan, posisi/jabatan, dll.. bukankah kamu senang kamu sudah mendapatkannya sekarang? Banyak hal yang kamu lewati dan perjuangkan untuk sampai di titik ini kan? Jangan sia-sia kan ya :))

Oh iya jika apa yang kamu jalani sekarang bukan sesuatu yang kamu ingin dan harapkan, bukankah ada hal bermanfaat dari apa yang kamu kerjakan? Tidak, tidak usah terlalu tinggi dan besar manfaat itu, menyenangkan orang-orang disekitarmu juga sudah menjadi manfaat kan?
Mengenai beberapa cita yang belum terwujud, jangan pernah berputus asa ya... jalan mu masih sangat panjang untuk terus berusaha mewujudkan itu semua. Beberapa orang di sekitarmu mungkin sudah mewujudkan satu persatu harapan mereka seperti menikah dan bahagia bersama pasangan, berada di karir yang bergitu cemerlang, bisa pergi berlibur ke tempat-tempat yang indah dan menyenangkan, atau hal hal lainnya. tidak apa-apa, belum terwujud sekarang bukan berarti kamu gagal kan? Bukan berarti doa-doamu tidak didengar sang pencipta kan?
Terkadang mungkin kamu merasa tertinggal jauh dibanding orang lain, atau merasa tidak lebih beruntung nasibmu dibanding mereka. Pesanku, sudahilah. Iya, sudahilah membanding-bandingkan dirimu dengan orang lain. Kamu tidak akan pernah selesai membandingkan dirimu dengan orang lain yang kamu anggap lebih bahagia dan lebih beruntung dibanding dirimu. Kamu hanya akan lelah jika terus seperti itu. Percayalah.
Coba lihat dirimu sekarang, banyak hal yang sudah berhasil kamu lewati dengan baik kan? Bandingkan saja dirimu saat ini dengan dirimu di masa lalu. Sudahkah kamu berubah lebih baik? Sudah kah kamu melakukan hal yang lebih positif saat ini? Sudahkah kamu menjadi orang yang lebih peka dan mau membantu sesama? Dan sudahkah kamu bersyukur atas semua yang telah terjadi?
Bukankah kamu meyakini bahwa syukur dan sabar itu tidak pernah ada batasnya? Kekurangan kita sebagai manusia lah yang membuatnya jadi terbatas.

Semoga selalu dalam lindungan Rabbmu. Jaga kesehatan selalu ya, sehat jiwa dan sehat raga.


Dari Aku, untuk diriku sendiri
Cirebon, 12-12-2019