Aku belajar tentang bahwa apapun yang terjadi, atau seburuk apapun hal yang terjadi hari lalu. Hidup harus terus tetap berjalan, perjuangan mesti tetap pada lintasan,dan aku hanya perlu percaya pada hari esok. Aku belajar tentang betapa kita bisa mengenal seseorang, dari bagaimana mereka menyikapi tiga hal dalam hidup : hari yang dibaluti Hujan, Amarah yang mengungkung kesadaran, dan Beban yang allah swt berikan J. Aku belajar tentang betapa mereka selalu di kerubungi kepalsuan. Tawa yang merekah menjadi topeng berkedok luka, dibaliknya terdapat cerita yang memunculkan perasaan tak menyangka. Aku belajar tentang betapa aku tak perlu tak suka pada seseorang hanya karena sifatnya, tabiatnya, atau apapun itu. Sebab mereka menurutmu selalu menjadi makhluk yang rumit. Dan ditempat lain-dibalik itu, mereka pasti pasti baik. Aku hanya tak tahu J. Aku hanya belajar tentang betapa aku tak perlu meremehkan orang lain. Sekali lagi aku selalu ingat perkataanmu Fimmatul J, mereka selalu mempuyai kisahnya tersendiri. Aku tak pernah tahu,apa yang sedang mereka hadapi, dan apa yang telah mereka lewati dalam hidup ini. Aku belajar tentang betapa pentingnya merawat hati dengan tak mengedepankan emosi, sebab menurutmu bisa membantu dengan hal hal kecil yang aku lakukan. Jalan yang paling baik saat amarah giat bergejolak adalah dengan diam. Bak laut yang tenang, amarah mesti terkontrol agar hati tak terombang ambing hehe. Aku belajar juga tentang bahwa aku mesti belajar. Aku harus berfikir, agar aku bisa menghadapi hidup yang selalu di penuhi dengan masalah. Bukan hanya belajar akademik. Bukan hanya diam lantas menghafal pelajaran yang bahkan akan hilang dalam rentan waktu satu bulan.. aku pun perlu mencari esensi hidup, agar langkah ini tak selalu statis, agar hidup ini tetap dinamis, pun agar ini tak merupa pikiran negatif J Terima kasih atas 4 Tahunnya. 
Immatul Fathina Purifydriyaningrum